Bisnis Minyak Atsiri – Di usianya yang baru menginjak 27 tahun, mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta ini kini telah menjadi pengusaha sukses dengan omzet milyaran rupiah. Namun, untuk mendapatkan semua itu membutuhkan perjuangan yang berliku-liku. Berikut wawancara dengan pemuda dari Desa Ngargosari, Kec. Sukorejo, Kab. Kendal (Jawa Tengah).

Omzet bisnis minyak atsiri Anda kini mencapai Rp 2 miliar per tahun. Kok bisa, di usia yang terbilang muda, sudah punya usaha sebesar ini?

 

Upaya ini belum tentu besar, tetapi membutuhkan perjuangan yang panjang dan berliku-liku. Semua ini saya bangun dengan energi dan tekad. Satu hal yang mendorong saya untuk berusaha keras adalah latar belakang saya, yang berasal dari keluarga miskin dan tinggal di desa.

Bagaimana Memiliki Usaha Minyak Atsiri?

Sebenarnya itu adalah ide yang muncul secara spontan. Tahun 2009, sekembalinya dari Jogja ke Kendal, di sepanjang jalan saya melihat daun-daun cengkeh yang kering berguguran berserakan di bawah pohon.




 

Dari pandangan tersebut, terlintas di benak saya, jika daun cengkeh diolah dengan baik dan didukung oleh pengetahuan pemasaran yang profesional, maka akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di desa saya pengolahan minyak atsiri sudah dimana-mana, tapi karena tidak dikelola dengan baik, hasilnya tidak berkembang dengan baik. Orang-orang tetap miskin.

Seperti Apa Proses Pembuatan Minyak Atsiri?

Sederhana, sungguh. Daun cengkeh atau nilam yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam wadah, kemudian disuling dengan pelarut untuk diambil minyaknya. Selanjutnya minyak tersebut dimurnikan untuk mendapatkan minyak atsiri nya.

Industri Kayu Lapis Indonesia Primadona Ekspor Non Migas

Apakah Ada Hambatan Sejak Mengawali Usaha?

Jujur saja, bisnis ini memang cukup lancar, karena saya sudah merencanakannya sebaik mungkin. Namun perlu diingat, selama proses membangun bisnis ini perasaan saya juga cukup tegang.

 

Kenapa?

Masalahnya adalah saya ingin mencoba yang terbaik agar tidak gagal. Karena sejak awal, ayah saya sebenarnya sudah mengingatkan saya apakah saya benar memilih bisnis ini.

 

Selama ini kan semua pengusaha minyak atsiri yang ada di desa itu hidup, ya begitu saja. Kenapa saya ingin mengikuti seperti yang lain? Sedangkan setahu saya, saya memiliki kelebihan dibanding orang lain.




 

Cara Mendapatkan Penghasilan Minyak Atsiri

Caranya sebenarnya mudah. Pertama, jangan menjual essential oil dalam jumlah kecil, tapi harus dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan. Kedua, jangan memasarkannya ke tengkulak, tapi harus langsung ke perusahaan besar yang menjadikan minyak atsiri sebagai bahan utamanya.

 

Seperti kita ketahui, minyak atsiri merupakan minyak yang diambil dari ekstrak tumbuhan. Minyak atsiri banyak digunakan untuk kosmetik, obat-obatan, dan parfum.

 

Dikerjakan Sendiri Atau Sudah Dibantu Orang Lain?

Sejak awal, saya benar-benar terlibat. Meskipun saya memiliki 15 karyawan tetap dan 400 freelancer, saya melakukan segalanya. Dari menyapu pabrik, mengemudikan truk, hingga tugas lainnya, saya sudah mencoba semuanya. Dengan begitu saya bisa mengetahui kesulitan masing-masing karyawan.

Perkembangan Industri Kayu Di Indonesia Tingkatkan Nilai Ekspor

 

Minyak Atsiri Sudah Sampai Ke Benua Eropa

Jadi, saya pernah berkesempatan mengikuti kursus singkat manajemen bisnis secara online di sebuah institusi yang berbasis di Kanada. Saat belajar dari dunia maya ini, saya berkenalan dengan sesama peserta di berbagai belahan dunia. Saat belajar, saya menawarkan minyak esensial produk saya kepada mereka. Alhamdulillah mau membantu menawarkan ke perusahaan-perusahaan disana.



 

Syukurlah, akhirnya, sebuah perusahaan kosmetik dari Jerman dan Swiss tertarik untuk memesan. Begitu perusahaan tertarik, saya mengirimkan sampel minyak esensial dalam botol. Karena ini perusahaan asing, menyesuaikan standar juga tidak mudah. Setelah menerima sampel yang saya kirim, mereka kemudian mengujinya.

 

Setelah lulus tes, perusahaan memesan dua ton minyak esensial per bulan dari saya. Tidak hanya memesan, tetapi orang dari Swiss datang mengunjungi tempat usaha saya di desa. Tetapi untuk saat ini, saya berhenti mengekspor ke Eropa.

Lho, Kenapa?

Saya sengaja berhenti sebentar, karena empat mesin yang saya miliki saat ini tidak akan bisa memenuhi permintaan dari Eropa yang dalam sebulan mencapai 10 ton. Daripada tidak bisa memenuhi permintaan dan membuat nama saya semakin buruk, lebih baik saya berhenti dulu.

 

Tapi ini hanya sementara, tahun ini saya akan penuhi 10 mesin agar permintaan dari luar negeri bisa dipenuhi lagi.

Daftar Daerah Penghasil Rotan Terbesar di Indonesia Saat Ini

Apa Saja Yang Bisa Dijadikan Minyak Atsiri?

Sebenarnya semua tumbuhan bisa digunakan sebagai minyak atsiri. Baru sekarang diketahui khasiatnya adalah minyak atsiri dari daun cengkeh, nilam, mawar, melati, dan lain sebagainya. Saat ini harga minyak atsiri dari daun cengkeh adalah Rp. 100.000 per kg, nilam mencapai Rp. 400 ribu per kg, sedangkan dari kulit pala harganya Rp. 600 ribu per kg.

Bahkan sari bunga mawar bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk saat ini omzet tahunan perusahaan saya sudah mencapai Rp 2 Miliar, namun sampai akhir tahun ini saya sudah menargetkan Rp 2 Miliar per bulan.



 

Untuk saat ini, saya fokus pada bahan dasar daun cengkeh dan nilam, yang di bidang ini memungkinkan untuk lebih banyak lagi bahan dasarnya. Tapi kedepannya mungkin saja saya membuatnya dari bahan lain.

Apa Keinginan Anda Selanjutnya?

Bahkan sari bunga mawar bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk saat ini omzet tahunan perusahaan saya sudah mencapai Rp 2 Miliar, namun sampai akhir tahun ini saya sudah menargetkan Rp 2 Miliar per bulan.

 

Untuk saat ini, saya fokus pada bahan dasar daun cengkeh dan nilam, yang di bidang ini memungkinkan untuk lebih banyak lagi bahan dasarnya. Tapi kedepannya mungkin saja saya membuatnya dari bahan lain.