Daerah Penghasil Rotan – Rotan sering digunakan sebagai bahan baku perlengkapan rumah tangga, mulai dari kursi, meja kopi, keranjang, rak buku, dan lain sebagainya. Tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan kerajinan tangan yang terbuat dari rotan. Namun, bagaimana dengan daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia saat ini? Mungkin Anda tidak mengetahuinya lebih detail.

 

Daftar Daerah Penghasil Rotan Terbesar di Indonesia.

1. Aceh

Kawasan yang berjuluk Seuramo Mekkah ini juga termasuk dalam salah satu kawasan penghasil rotan terbesar di Indonesia. Ada beberapa daerah di Aceh yang menjadi sentra penghasil rotan berkualitas, misalnya Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Utara, Subulussalam, Aceh Timur, Aceh Timur, Pidie, dan Tamiang.

Perusahaan Kayu Di Indonesia Yang Mendapatkan Sertifikat SVLK

Setidaknya Aceh telah berkontribusi sebagai penyedia rotan dunia sebanyak 35%. Dengan demikian, wajar jika kualitas dan kualitas rotan Aceh tidak bisa dipertanyakan lagi. Produk rotan Aceh sudah banyak mendunia. Setidaknya per tahun Aceh bisa memproduksi ratusan ribu ton rotan untuk dipasarkan ke berbagai daerah dan negara.




 

2. Sumatera Utara

Tak jauh dari Aceh, Anda bisa menemukan Sumatera Utara sebagai salah satu penghasil rotan terbesar di Indonesia. Tercatat sekitar 660,95 ton rotan berhasil diekspor ke luar negeri. Hal ini tentunya bisa menjadi komoditas tersendiri bagi provinsi yang memiliki lagu daerah Sinanggar Tullo tersebut. Ada sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi rotan di Sumatera Utara.

 

Daerah tersebut antara lain Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Toba Samosir, dan Langkat. Jenis-jenis rotan yang dapat dikomersialkan pun sangat beragam, misalnya rotan semambu, rotan gum, rotan manau, rotan cacing, rotan batu, dan rotan sega. Pusat perdagangan rotan utama di Sumatera Utara ada di Medan.

 

3. Kalimantan Tengah

Ada dua tempat di Kalimantan yang menjadi penghasil rotan terbesar di Indonesia. Salah satunya Kalimantan Tengah. Tepatnya di Katingan, Anda bisa menemukan 10 kabupaten yang memiliki komoditas rotan kualitas prima. Tak heran jika dalam satu bulan Katingan bisa menghasilkan rotan hasil budidaya lokal hingga total 800 ton.

 

Rotan merupakan produk unggulan Kalimantan Tengah. Menariknya, pemerintah daerah juga turut mendukung hal tersebut dengan mendirikan SMK yang memiliki konsentrasi di bidang budi daya dan pelestarian kerajinan rotan. Tentu ini bisa menjadi prospek yang menjanjikan bagi pemuda setempat.

 

Ada sejumlah varian rotan yang dibudidayakan di Kalimantan Tengah. Varian tersebut antara lain rotan, marau, irit, dan hikayat. Rotan dibudidayakan karena memiliki kualitas yang tinggi dan daya jual yang tinggi, bahkan produk rotan yang dijual disini mempunyai motif yang khas berupa burung kemang atau tingang.




 

4. Kalimantan Selatan

Selain Kalimantan Tengah, ternyata Kalimantan Selatan juga merupakan penghasil rotan terbesar di Indonesia. Lebih tepatnya, banyak sekali produsen rotan yang ada di kawasan Banjarmasin. Tidak sedikit masyarakat di pedalaman Kalimantan Selatan memanfaatkan rotan sebagai mata pencaharian utama mereka.

 

Selain itu, untuk mendukung produktivitas rotan di Kalimantan Selatan, berbagai pabrik pengolahan rotan juga telah dibangun. Pabrik tersebut termasuk mengolah rotan menjadi produk setengah jadi hingga produk kerajinan lainnya. Produk kerajinan rotan Kalimantan Selatan yang paling disukai adalah tikar dan kursi.

 

Selanjutnya produksi rotan setengah jadi yang cukup banyak dikirim ke luar Kalimantan, misalnya Cirebon. Di kota itu rotan setengah jadi kembali diolah menjadi kerajinan tangan kualitas prima.

Industri Kayu Lapis Indonesia Primadona Ekspor Non Migas

5. Sulawesi Tengah

Provinsi yang memiliki ibu kota Palu ini memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Tak heran jika provinsi ini juga menjadi salah satu penghasil rotan terbesar di Indonesia. Bahkan rotan yang berasal dari tempat ini memiliki kualitas yang sangat baik dan memiliki daya jual yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan rotan lain yang ada di Sulawesi.



 

Ada sekitar 38 varian rotan komersial. Misalnya ronti, tohiti, rotan merah, sedotan susu, lidi, dan lain sebagainya. Ibu kota Sulawesi Tengah ini juga menjadi sentra utama produksi rotan alam di Indonesia. Setidaknya itu mencakup 60 persen dari total produksi rotan skala nasional.

 

Rotan yang diproduksi sesuai dengan permintaan konsumen pada umumnya, misalnya furniture dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, banyak produk rotan yang masih setengah jadi juga sudah antri, bahkan pasar produk ini bisa sampai ke luar negeri.

 

Tak heran jika permintaan rotan di Sulawesi Tengah selalu menanjak. Hal ini juga sejalan dengan kurva perbaikan perekonomian lokal. Di mata dunia, Indonesia merupakan penyumbang kebutuhan rotan terbesar, bahkan bisa mencapai 85%. Rotan bisa berasal dari hutan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

 

Jumlah produksi rotan Indonesia di kancah internasional telah mengungguli negara lain, termasuk Malaysia dan Filipina. Wajar jika seluruh komunitas harus bangga.