Terjun ke dunia Usaha Susu Murni Pinggir Jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasang surut dalam berbisnis pasti pernah dirasakan oleh seseorang sebelum mencapai kesuksesan. Hal ini juga dirasakan oleh Widi Lintang Rahmawan.

 

Lintang, begitu ia sering disapa, adalah pemilik usaha susu MiliMilk. Dia menjual produk susu sapi dan kambing utuh, milkshake, dan yogurt yang dia siapkan di rumah. Untuk suplai susu, ia bermitra dengan peternak sapi di kawasan Pondok Rangoon, Jakarta Timur.

 

Usaha Susu Murni Pinggir Jalan

Pria berusia 36 tahun itu mengaku awalnya tidak memiliki bekal di industri susu maupun di dunia peternakan. Pasalnya, semasa kuliah, ia mengambil jurusan Psikologi di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.

 

Saya pernah bekerja sebagai HRD di Konimex, Alfamart, di PPM sebagai konsultan HRD. Dari PPM saya pindah ke perusahaan kakak saya yang bergerak di bidang supplier peralatan K3. Setelah bertahun-tahun menjadi pekerja kantoran, Lintang merasa bosan.

 

Ia ingin merasakan pengalaman menjadi pengusaha seperti ayahnya. Namun, saat itu dia bingung mau memulai bisnis apa. Akhirnya di luar dugaan, dia mendapat sedikit informasi tentang Usaha Susu Murni Pinggir Jalan dari seorang karyawan yang dia wawancarai di PPM Management.

 

Awalnya saya wawancarai (pelamar kerja), dan ternyata orang tersebut berkecimpung di bisnis susu. Akhirnya saya tanya bagaimana potensi bisnisnya, dimana supplier susunya dan apa lagi.

 

Setelah mendapat sedikit informasi dari orang ini, Lintang memutuskan untuk membeli buku dan belajar tentang bisnis susu di YouTube. Tak lama berselang, ayah satu anak ini nekat meninggalkan pekerjaan untuk terjun ke bisnis olahan susu.

 

Modal awal saya adalah Rp 15 juta dari tabungan saya sebagai karyawan sebelumnya. Dengan uang tersebut, Lintang segera membuka toko susu. Tak disangka, dalam tiga bulan pertama, respon pasar sangat baik terhadap produk yang ditawarkan Lintang.

20 Peralatan Usaha Susu Murni yang Perlu Disiapkan Dari Awal

Buka Kedai Tapi Lesu

Atas dasar itu, ia memutuskan untuk membuka Usaha Susu Murni Pinggir Jalan Alternatif di Cibubur. Tak disangka, sepertinya tren toko susu lambat laun mulai lesu. Alhasil, baru enam bulan memulai bisnis susu olahan, Lintang merasa putus asa. Produk olahannya kurang diminati dan pendapatannya terus menurun.

 

Bahkan, untuk membuka kedai kopi keduanya, ia harus menguras tabungannya dan meminjam uang ke bank. Tapi mau bagaimana lagi, Lintang harus menutup semua tokonya di bulan keenam sejak memulai karirnya pada Desember 2015. Butuh waktu 1 tahun untuk stabil. Saya pernah menjual kamera dan tabungan saya terkuras. Saya merasa putus asa saat itu.

 

Mulai Bangkit

Di tengah keputusasaannya, Lintang memutuskan untuk meninggalkan Jakarta. Ia pergi ke pusat peternakan sapi di pulau Jawa. Ia berniat untuk lebih memperdalam ilmu bisnisnya dari para pemain susu olahan yang sudah sukses.

 

Nasib Baik Berpihak Padanya

Lintang bertemu dengan salah satu pengusaha susu di Boyolali. Dari orang tersebut, Lintang diajari cara mengolah susu sapi yang benar dan cara mempromosikan produk olahan tersebut.

 

Mendapat suntikan ilmu dan moral, akhirnya Lintang memulai usahanya kembali. Kali ini, ia memilih untuk tidak membuka Usaha Susu Murni Pinggir Jalan, yaitu toko susu.

 

Fokus Memasarkan Produknya Secara Online

Selain itu, ia juga mulai menawarkan ibu-ibu rumah tangga untuk menjadi reseller-nya. Tak disangka, bisnis Lintang semakin maju.

 

Pesanan Demi Pesanan Mulai Berdatangan

Pundi-pundi Lintang semakin hari semakin bertambah. Di bulan-bulan awal saya buka (Milik Susu) omzetnya Rp 3,5 juta per bulan. Sekarang sudah lima kali dan masih bisa ditingkatkan lagi selama Anda memiliki saluran pemasok.

 

Selain uangnya yang terus bertambah, Lintang puas karena bisa membantu perempuan mendapatkan penghasilan tambahan karena menjadi reseller.

Usaha Susu Murni Pinggir Jalan Omzetnya Rp. 3,5 Juta/Bulan
Usaha Susu Murni Pinggir Jalan

Berkeinginan Membuka Workshop

Nanti di workshop dia mau mengajari resellernya cara menjalankan Usaha Susu Murni Pinggir Jalan yang baik dan benar. Impian saya adalah memiliki peternakan sapi sendiri. Saya juga ingin membuka outlet lain.

 

Uniknya, itulah kesan pertama saat kita menikmati minuman susu segar di kedai susu Mimi Cucu milik pasangan Dhinanda Bayu Kresnapati dan Paramitha Ardhana Reswari. Kedai yang berawal dari usaha gerobak ini menyajikan minuman susu dalam kemasan botol susu plus dot yang diminati pengunjung.

 

Yang menarik adalah dengan modal Rp. 300 ribu, kini usahanya berkembang pesat dengan menempati ruko di kawasan kuliner Bogor dan menghasilkan omzet Rp. 90 juta per bulan. Seperti apa perjalanan bisnisnya?

 

Awal Usaha Kedai Susu Mimi Cucu

Membuat sesuatu yang berbeda menjadi lebih berharga daripada sebuah usaha. Ya, itulah yang dilakukan pasangan suami istri Dhinanda Bayu Kresnapati dan Paramitha Ardhana Reswari dalam menjalankan Usaha Susu Murni Pinggir Jalan. Mengambil lokasi di Jl. Lodaya No. 69, Bogor, Jawa Barat, Bayu, dan Mitha mencoba membangun toko susu Mimi Cucu dengan penyajian yang unik.

 

Sesuai dengan konsepnya, Kedai Mimi Cucu menawarkan berbagai varian rasa susu segar dan fusion food sebagai menu pendamping. Untuk membedakannya dengan bisnis sejenis, konsumen akan merasakan sensasi minum susu dari botol susu lengkap dengan dot.

 

Awalnya konsep minum susu dalam botol dengan dot bayi hanya untuk anak kecil, tapi banyak juga orang dewasa yang tertarik untuk merasakan sensasi masa kanak-kanak,” terang mahasiswi lulusan universitas di Bandung ini.

 

Kedai Mimi Cucu Berawal dari Usaha Gerobakan

Sebelum menempati ruko berlantai dua di kawasan food center di Bogor seperti sekarang ini, Bayu menuturkan, usaha toko susunya berawal dari usaha gerobak yang berlokasi di ruko Surabi Duren, Jalan Sukasari 1 Bogor.

 

Ide Usaha Susu Murni Pinggir Jalan selain minim modal juga terinspirasi dari penjual gerobak susu di Bandung, Jawa Barat. “Modal saya dengan gerobak ini hanya Rp. 300 ribu yang semuanya digunakan untuk membeli bahan baku, sedangkan gerobak kami sewa dari teman.

Distributor Gula Pasir Malang Siap Penuhi Kebutuhan Pembeli

Meski mengusung konsep Usaha Susu Murni Pinggir Jalan dengan gerobak dan menu terbatas, namun peminat minuman susu buatannya cukup banyak. Hal ini terlihat dari respon konsumen yang semakin meningkat. Dari awal, mereka hanya menjual kurang dari 50 gelas/hari, meningkat menjadi 100 gelas, terutama pada hari libur.

 

Mungkin karena tidak banyak pelaku di Bogor saat itu, susu saya laris manis, padahal promosi saya hanya mengandalkan orang yang lewat dan pelanggan Surabi Duren.

 

Meski laris manis, Bayu mengaku harus menutup usahanya tepat enam bulan. Karena pembangunan telah menggusur tempat nongkrongnya yang membuatnya kesulitan mencari tempat nongkrong baru, inilah alasan pria yang baru menginjak usia 25 tahun ini menutup usahanya.

 

Ia tentu merasa putus asa saat itu. Bagaimana tidak, bisnis yang dibangun dengan kerja kerasnya harus tutup begitu saja. Namun di tengah keputusasaannya, Bayu bersyukur memiliki pasangan yang kini menjadi istrinya.

 

Mitha terus memberikan semangat dan dukungan kepada Bayu untuk membangun kembali usahanya. Dengan semangat istri saya, dan saya adalah pencari nafkah keluarga, itu sebabnya saya mencari tempat baru untuk bisnis saya.

 

Benar saja, semangat yang ia bangun membuahkan hasil hingga ia mendapatkan tempat usaha di kawasan Lodaya yang dikenal sebagai salah satu tempat kuliner di Bogor. Untuk membangun kembali usaha saya, modal yang saya keluarkan cukup besar, Rp. 60 juta, ini karena saya belajar dari kegagalan sebelumnya menjual tanah milik orang lain, kali ini saya menyewa ruko.

 

Varian Menu di Kedai Mimi Cucu

Bayu menghadirkan konsep Usaha Susu Murni Pinggir Jalan dengan beberapa gambar dan tulisan di dinding tokonya. Begitu juga dengan desain meja dan empat kursi pengunjung yang terbuat dari besi. Jika dulu kami memiliki jumlah meja yang terbatas, sekarang kami memiliki 17 meja pengunjung (1 meja dengan 4 kursi).

 

Begitu juga dengan menu yang ditawarkan. Jika sebelumnya hanya ditawarkan beberapa menu susu, kini berbeda. Selain menu aneka macam susu segar, ada juga menu Nasi Goreng, Mie Rebus, Ketan Susu, Aneka Roti Panggang, Risoles, Puding, dan masih banyak lainnya. Kedai Mimi Cucu buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB.

 

Untuk hidangan utama disajikan 20 varian menu susu, seperti Chocolate Milk, Tiramisu, Choco Chip, Matcha Green Tea, Mint, dan aneka rasa buah. Harga susu mulai dari Rp. 6 ribu menjadi Rp. 11 ribu, sedangkan harga aneka makanan mulai dari Rp. 3 ribu menjadi Rp. 15 ribu. Pokoknya cocok untuk teman mahasiswa dan mahasiswa.

 

Agar pelanggan tidak cepat bosan, setiap bulannya selalu ada menu baru yang ditawarkan di Toko Mimi Cucu. Nah untuk soal menu, Kedai Mimi Cucu terbuka bagi siapa saja untuk bergabung dengan sistem “Donate Menu System”.

 

Yang dimaksud dengan mendonasikan menu adalah saya mengajak teman-teman untuk bergabung di Toko Mimi Cucu dengan mendonasikan menu kreatifnya. Saat ini, ada tiga menu dari teman.

 

Prospek dan Kendala Usaha Susu Murni Pinggir Jalan

Dengan segala keunikan dan inovasi yang dilakukannya, Bayu mengakui bahwa Usaha Susu Murni Pinggir Jalan yang digelutinya saat ini sangat menjanjikan. Hal ini terlihat dari total omzetnya yang bisa tidak kurang dari Rp3 juta per hari atau setara dengan Rp90 juta dalam sebulan.

 

Diakui Bayu, omzet ini bisa meningkat pada momen-momen tertentu, seperti pada hari libur nasional. “Untuk biaya operasional omzetnya rata-rata 30%, salah satunya digunakan mengaji untuk 17 pegawai.

 

Akhir kata

Namun, meski memiliki prospek Usaha Susu Murni Pinggir Jalan yang sangat bagus, toko susu yang memiliki tagline “Kamu tidak pernah terlalu tua untuk cucu Mimi” ini mengaku kepada Bayu masih ada beberapa kendala, seperti karyawan yang masih keluar masuk dan juga sulitnya mencari pekerja terampil yang siap pakai.

 

Selain itu ada kendala lain yang juga menghambat usaha mereka, saat ini banyak bermunculan toko-toko susu, terutama gerobak yang muncul dengan merek dagangnya. Untuk mengatasi kendala tersebut, Bayu mengaku akan lebih selektif dan kreatif dalam menjaring konsumen.

 

Kedai Mimi Cucu

  • Alamat: Jl. Sukasari 1 No.32, RT.06/RW.02, Baranangsiang, Kec. Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa
  • Twitter: @KEDAI_MIMICUCU
  • Facebook dan Instagram: MIMICUCU
  • Buka Tutup pukul 21.00
  • Telepon: (0251) 8578002

 

Sumber: wartakota.tribunnews.com dan ideusahabisnis.com