Jurusan teknik yang cocok untuk perempuan? Barangkali Sobat Alex Alfandianto pernah punya pertanyaan yang sama. Fakultas Teknik memang terkenal sebagai gudang Informasi Teknik Industri. Bagaimana dengan mahasiswinya? Apakah ada jurusan tertentu di fakultas ini yang lebih “ramah” perempuan?

 

Jurusan Kuliah Teknik Untuk Perempuan

Menganggap bahwa tak semua jurusan teknik untuk wanita itu sebenarnya anggapan atau keyakinan yang usang. Sekarang ini bukan waktunya lagi untuk kita membuat dikotomi mana jurusan kuliah untuk lelaki, mana jurusan kuliah untuk perempuan.

Ada beberapa jurusan yang prospek kerjanya bagus untuk wanita di Fakultas Teknik. Ingin tahu apa saja jurusan yang diyakini lebih ini, Sobat? Nah, inilah enam jurusan kuliah yang menjanjikan untuk wanita di Fakultas Teknik.

Kenapa Harus Memilih Jurusan Teknik Industri? Apa Prospeknya?

Apakah Teknik Industri Cocok Untuk Perempuan?

Ada ilmu-ilmu sosial di Teknik Industri. Apakah ini yang menyebabkan Teknik Industri menjadi jurusan teknik yang cocok untuk perempuan? Boleh jadi, Sobat. Teknik Industri terbagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, serta Sistem Industri dan Tekno Ekonomi.

Somehow, Manajemen Industri menarik minat banyak mahasiswi ketimbang dua bidang yang lain. Dengan prospek kerja yang baik, sepertinya Teknik Industri memang jurusan kuliah yang menjanjikan untuk wanita.

 

Apa Sajakah Pekerjaan Teknik Industri?

Untuk menjawab rasa penasaranmu, Sobat, berikut ini lima prospek kerja Teknik Industri untuk Perempuan dan perkiraan berapa gajinya dalam setiap bulan.

 

1. Engineering Manager

Engineering merupakan salah satu divisi perusahaan dengan prospek Teknik Industri yang baik. Selain alumni Teknik Industri, Sarjana Teknik dari Jurusan Teknik Mesin atau Teknik Listrik biasanya juga ada di divisi ini.

Pada umumnya jabatan Engineering Manager diraih setelah seorang Sarjana Teknik memiliki pengalaman minimal lima tahun bekerja di bidang engineering. Memang bukan peluang kerja Teknik Industri bagi fresh graduate, tapi sepadan dengan gaji yang dibawa pulang di Indonesia berkisar antara Rp4 jutaan hingga Rp10 jutaan per bulan.

Seorang manajer di Divisi Engineering bertugas menyusun sumber daya dan rencana kerja suatu proyek. Adalah tanggung jawab seorang Engineering Manager untuk memastikan ketuntasan proyek-proyek penting dan tugas-tugas engineering. Selain menguasai seluk beluk pekerjaan Teknik Industri, Engineering Manager perlu memiliki problem solving skill yang baik.

 

2. Manajemen Proyek

Inilah prospek Teknik Industri yang tak kalah menggiurkan: Manajemen Proyek. Seorang Manajemen Proyek memiliki tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, dan men-direct agar suatu proyek tuntas dikerjakan. Manajemen Proyek pula yang harus memastikan bahwa proyek tersebut tepat waktu, sesuai budget, dan dalam lingkup yang tepat.

Tim yang di-direct oleh seorang Manajemen Proyek biasanya lebih besar daripada tim di bawah seorang Engineering Manager. Communication skill yang baik sangat dibutuhkan pada jabatan Manajemen Proyek ini. Tak hanya komunikasi dengan seluruh anggota tim, tapi pekerjaan Teknik Industri yang satu ini membutuhkan komunikasi yang baik dengan para stakeholders.

Bagaimana dengan penghasilan Manajemen Proyek? Pengalaman kerja memiliki peran penting dalam menentukan besaran gaji seorang Manajemen Proyek. Prospek Teknik Industri ini berpeluang menghasilkan Rp4 jutaan hingga Rp17 jutaan per bulan.

 

3. Quality Controller

Quality control memastikan kualitas produk yang dihasilkan sudah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan perusahaan, atau bahkan lebih baik. Barangkali Sobat Alex Alfandianto pernah melihat video tentang uji ketahanan atau kekuatan suatu benda, misalnya? Nah, begitulah gambaran pekerjaan Teknik Industri dalam quality control.

Alumni Teknik Industri yang kemudian bekerja sebagai seorang Quality Controller dikenal sebagai Quality Control Engineer. Jika Sobat Alex Alfandianto nanti menjalani pekerjaan Teknik Industri ini, tugasmu adalah memeriksa apakah produk yang akan dilepas ke pasar sudah memenuhi standar kualitas yang ditentukan.

Berapa gaji yang ditawarkan oleh prospek kerja Teknik Industri ini? Penghasilan yang dibawa pulang oleh seorang Quality Controller Staff berkisar antara Rp1 jutaan hingga Rp10 jutaan per bulan.

 

4. Product Analyst

Walaupun biasanya ‘dikuasai’ oleh alumni Ekonomi, ternyata bidang bisnis dan marketing menyimpan peluang kerja Teknik Industri yang tak dapat diabaikan. Adalah Product Analyst, sebuah pekerjaan yang memerlukan kemampuan analisismu dalam menginterpretasikan market data.

Berdasar pada hasil analisisnya, seorang Product Analyst mengembangkan strategi marketing yang paling tepat untuk suatu produk. Tugas Product Analyst juga untuk membandingkan antara produk tersebut dengan tren industri agar nantinya perusahaan memperoleh keuntungan. Apakah prospek Teknik Industri ini menarik buatmu, Sobat?

Sedari analisis produksi, pengendalian kualitas produksi, optimalisasi dan maintenance alat-alat produksi, manajemen produksi, hingga penilaian keseluruhan produksi, seluruhnya menjadi tugas seorang Product Analyst. Tak heran, pekerjaan Teknik Industri ini mampu menghasilkan antara Rp2 jutaan hingga Rp11 jutaan per bulan.

Kursi Kantor Murah di Aceh Serta Tips Memilih Kursi Kantor Murah

5. Health and Safety Officer

Safety is a crucial part of a project. Itulah sebabnya Health, Safety, and Environment (HSE) Engineer, Officer, maupun Manager menjadi prospek kerja Teknik Industri yang penting pula. Peran Health and Safety Officer adalah mencegah kecelakaan kerja maupun berbagai penyakit yang ditimbulkan dan berada dalam lingkup pekerjaan.

Selain menerbitkan dokumen yang mengatur keamanan kerja, tugas HSE Officer dalam prospek Teknik Industri ini mencakup inspeksi reguler, investigasi kecelakaan kerja, pelatihan keamanan kerja, dan masih banyak lagi. Pada umumnya, menganalisis lokasi proyek dan mengatur prosedur kerja agar tetap aman bagi semua pekerja menjadi tugas divisi HSE.

Pekerjaan Teknik Industri ini mampu menghasilkan antara Rp1 jutaan hingga Rp11 jutaan per bulan. Tentu saja, pengalaman kerja dan jabatan memiliki bobot penting dalam menentukan besaran gaji.