Masyarakat Desa Tummubara dan Kaladi Darrusalam, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, kini dikenal sebagai Pembeli Gula Merah di Makassar atau lebih dikenal sebagai Guru Besar Gulana. Di bawah naungan Usaha Tani Kehutanan yang dirintis Ismail Ishak, ia kini mampu memproduksi gula aren hingga 70 kg setiap hari.

 

Untuk bahan utama gula semut aren ini mudah didapatkan oleh para pelaku usaha, dimana pohon aren banyak tumbuh di wilayahnya.

 

Pembeli Gula Merah Di Makassar

Ismail Ishak menjelaskan, Pembeli Gula Merah di Makassar dan pembuatan gula aren masih dengan cara tradisional (masih manual). Pelaku usaha terlebih dahulu mengambil nira aren yang telah ditanam setiap hari pada pohon aren.



 

Setiap hari mereka ambil pada pagi dan sore hari. Satu pohon aren menghasilkan 5 sampai 8 liter nira aren. Satu pohon palem bisa menghasilkan selama sebulan.

 

Produsen Gula Merah Di Makassar

Air perasan yang sudah diambil kemudian dimasak sambil diaduk hingga mendidih dan berubah warna menjadi merah. Proses memasaknya juga memakan waktu 5 jam. Setelah matang dicampur dengan dua sendok makan minyak kelapa asli, ditumbuk di penggorengan sampai halus, kemudian diayak untuk memisahkan butiran halus dan besar dan dijemur selama 1 sampai 2 jam.

Pabrik Yang Membutuhkan Gula Merah Bahan Baku Industri

Proses Gula Merah Di Makassar

Gula rafinasi yang telah dikeringkan selama beberapa jam kemudian dimasukkan ke dalam standing pack dengan merk gulanaProfessor. Setelah dimasukkan ke dalam kemasan, kemudian ditimbang berdasarkan ukuran kemasan. Gula aren bahkan lebih halus dari gula pasir pada umumnya.



 

Harga Gula Merah Di Makassar

Gula pasir di sejumlah pasar tradisional Makassar masih dijual dengan harga Rp. 17 ribu menjadi Rp. 18 ribu per kg, atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp. 12.500/kg.

Cara Menjadi Distributor Indofood Sistem Distribusi Panjang

Salah satu pedagang di Pasar Pannampu Makassar H. Nursalam mengatakan, dirinya menjual dengan harga tinggi karena menyesuaikan harga beli dari distributor yaitu Rp. 380 ribu menjadi Rp. 400 ribu per 25 kg.

 

Agar tidak rugi, kami harus menjual dengan harga itu [Rp 17 ribu-Rp 18 ribu], karena kami juga membeli dari pemasok dengan harga tinggi,” kata H. Nursalam.




 

Menurut H. Nursalam, harga gula tidak pernah turun sejak kenaikannya di masa-masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia. Menanggapi tingginya harga gula pasir di pasaran, Pj Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan H Indra Jaya Saputra mengatakan akan menyelidiki penyebab melambungnya harga komoditas tersebut.

 

Penutup

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah meminta PT. Makassar Tene sebagai produsen gula di Sulawesi Selatan untuk menyeimbangkan Pembeli Gula Merah di Makassar dan permintaan dan penawaran ke pasar. Kami akan turun ke lapangan bersama Satgas Pangan dan mencari masalah utamanya.

Sumber: sulawesi.bisnis.com